Tipsss,,Dakwah OK untuk Remaja Guys,,
Allah
telah mendudukkan para remaja dan pemuda di posisi yang mungkin tidak
ada orang lain yang mendudukinya. Karena mereka menjadi orang-orang
dekat yang berkomunikasi dengan kawan dekat mereka dan lebih memahami
mereka. Namun, setelah kita memiliki tekad untuk berdakwah mengajak
teman-teman untuk dekat dengan Allah, maka seringkali kita dihadapkan
pada kendala untuk menjelaskan ajaran-ajaran dan gaya hidup Islami
kepada mereka. Sebagai contoh, kita kemudian mesti menerangkan kepada
teman-teman mengapa kita mengenakan jilbab? Atau untuk pria, mengapa
kita harus memanjangkan jenggot dan mengenakan celana di atas mata kaki?
Dan yang lainnya. Nah, ketika kamu harus mengajak mereka agar dekat
dengan Allah dan Rasul-Nya, serta mengajarkan kepada mereka
prinsip-prinsip Islam, maka kamu jangan panik. Di bawah ini ada beberapa
tip dan nasihat yang dapat membantu:
1. Bermaksud tanpa pamrih dan tulus Segala tindakan dan amal yang kita lakukan harus karena Allah. Pun demikian
dengan tugas untuk mendekatkan seseorang kepada Allah. Artinya, jangan
dilakukan dengan penuh arogansi dan kasar. Bayangkan saja jika kamu
adalah seorang guru yang harus banyak berkorban secara tulus untuk para
murid. Karena sesungguhnya hidayah hanya datang dari Allah.
2.
Praktikkan apa-apa yang kamu ajarkan dan nashati Karena dengan tidak
mempraktikkan apa-apa yang kamu ajarkan dan nasihati, maka hal itu
adalah sebuah kekeliruan, dan kamu akan kehilangan kepercayaan dari
orang-orang.
3.
Jadikan Al-Qur’an dan sirah (biografi) Nabi Muhammad sebagai petunjuk
dalam berdakwah. Baca dan pahami ayat-ayat Al-Qur’an yang berbicara
tentang bagaimana Rasulullah mempresentasikan risalah Islam kepada
umatnya. Lalu bacalah kitab-kitab sejarah Rasul untuk melihat bagaimana
beliau menyajikan Islam ke banyak orang yang berbeda-beda, termasuk
kepada para remaja dan pemuda ketika itu. Demikian pula, bacalah
pengalaman-pengalaman para juru dakwah lainnya ketika berdakwah.
4.
Bicaralah kepada orang-orang seakan-akan kamu tidak mengetahui mereka.
Jangan mengira bahwa kamu bisa mengetahui seseorang hanya dengan
melihatnya. Misalkan, kamu menyangka bahwa seorang remaja atau pemuda
muslim yang tidak pernah melaksanakan shalat Jumat di sekolah atau
kampus adalah seorang muslim yang buruk. Padahal, dia mungkin tidak tahu
bahwa shalat Jumat itu adalah sebuah kewajiban bagi laki-laki. Maka ada
baiknya jika kamu mendekatinya, bertanya dan memberitahunya mengenai
hal itu.
5.
Tersenyumlah Kamu pasti tahu bahwa Rasulullah adalah sosok yang murah
senyum. Namun kebanyakan muslim dan muslimahsekarang ini begitu sulit
untuk menyunggingkan senyum di wajah mereka. Tersenyum, berlaku santun
dan baik merupakan bagian dari akhlak Rasulullah yang harus diterapkan
dalam kehidupan kita sehari-hari. Jika kita ingin melakukan pendekatan
kepada seseorang, maka kita harus membuat diri kita approachable (mudah
didekati). Maka senyum menjadi kuncinya. Tindakan approachable yang kita
lakukan tersebut tidak berarti kita menjadi seseorang yang genit dan
penggoda lawan jenis. Karena Islam mengatur bagaimana seharusnya pria
dan wanita berinteraksi. Dakwah tidak bisa menjadi alasan seseorang
terlibat dalam obrolan panjang dengan lawan jenisnya.
6.
Ambil inisiatif dan berkumpullah bersama mereka Ambil langkah awal dan
ajaklah seseorang yang ingin kamu ajak bicara untuk makan siang bersama
atau buka bersama di bulan Ramadhan. Pun demikian, mengurai kesulitan
bersama, memecahkan persoalan, atau berbagi kesedihan untuk kemudian
dicarikan solusinya. Be a shoulder to cry on. Ya siapkan bahumu untuk
dijadikan sandarannya saat menangis. Atau menjadi teman untuk
mendiskusikan beragam persoalan. Namun jika persoalan itu adalah sesuatu
yang serius, semisal temanmu hendak melakukan bunuh diri atau
mengonsumsi narkoba, maka ada baiknya jika kamu berkonsultasi dengan
orang-orang dewasa atau para pakar.
7.
Tunjukkan bahwa Islam adalah agama yang relevan untuk kapan pun dan di
mana pun. Tunjukkan kepada mereka bahwa Islam adalah agama yang relevan
dan up to date; untuk kapan pun dan di mana pun Tak sedikit remaja dan
pemuda yang menganggap bahwa Islam adalah kuno dan jadul (old fashoned).
Maka kamu harus membuktikan bahwa asumsi mereka adalah salah besar.
Tunjukkan bahwa Islam adalah sesuatu yang realistis. Seperti tentang
hubungan dengan Allah, tunjukkan kepada mereka bahwa setiap muslim bisa
dekat dengan Allah; di mana saja dan kapan saja. Allah bahkan bisa lebih
dekat dengan mereka dari urat nadi mereka. Dorong mereka untuk meminta
pertolongan Allah setiap kali menghadapi kesulitan, ujian, atau
persoalan-persoalan di rumah. Tekankan kepada mereka bahwa Islam sangat
dekat dengan remaja dan pemuda. Islam sangat memperhatikan mereka dan
mengerti siapa mereka dan hendak ke mana mereka melangkah. Yang mana
hal-hal tersebut tidak dapat dilakukan teen culture lainnya.
8.
Ajak mereka untuk terlibat dalam kerja-kerja sukarelawan denganmu. Jika
kamu sudah terlebih dulu bergabung dalam sebuah komunitas, maka
bantulah teman-temanmu untuk juga terlibat dalam komunitas-komunitas
yang positif. Libatkan mereka dalam curah gagasan mengenai aktivitas
sekolah, rohis, dan lainnya. Karena dengan begitu, teman- temanmu merasa
bahwa mereka adalah bagian dari komunitas muslim dan memiliki potensi
serta andil.
9.
Lontarkan 4 pertanyaan pokok kepada mereka. Ketika relasi pertemananmu
semakin berkembang, maka kamu bisa melemparkan beberapa isu atau topik
yang serius. Sebagai contoh, kamu bisa mendiskusikan tentang
tujuan-tujuan dan rencana-rencana masa depan. Dengan demikian,
sedikitnya ada 4 pertanyaan yang dapat mengantarkan tema menuju Allah
dan Islam. Pertama, apa tujuan hidupku dan apa yang dapat mendatangkan
kebahagiaan dalam hidupku? Kedua, apa yang harus aku yakini? Ketiga,
kepada siapa aku harus berterimakasih dan bersyukur? Keempat, bisakah
aku sampai di posisi di mana aku berada tanpa bantuan siapa pun?
10.
Tekankan pentingnya kewajiban shalat lima kali Sebelum mendiskusikan
atau mengajak mereka melakukan berbagai aspek di dalam Islam, tekankan
pentingnya kewajiban shalat lima kali dalam sehari kepada mereka. Dalam
basis ibadah sehari-hari, hubungan seseorang dengan Allah dilihat dari
shalat yang dilakukan lima kali sehari. Jangan melontarkan berbagai
aspek Islam lain sebelum teman-temanmu bertekad untuk menjaga shalatnya.
Beritahu mereka bahwa hubungan langsung seseorang dengan Allah ada pada
shalat. Apabila mereka menghadapi kesulitan, ajarkan kepada mereka
bagaimana shalat yang benar sesuai petunjuk Nabi Muhammad. Jika
memungkinkan, lakukanlah shalat berjamaah pada saat kalian berkumpul
atau bepergian. Jika mereka sudah rajin shalat, barulah lontarkan
ajaran-ajaran Islam lainnya kepada mereka.
11.
Selalu mendukung mereka Ingatlah bahwa ketika seseorang semakin sering
mempraktikkan ajaran-ajaran Islam, maka hal ini tidak berarti mereka
telah sempurna berislam dan akan giat seterusnya. Karena tetap akan ada
masa- masa yang sulit. Terkadang ada waktu ketika teman-temanmu memiliki
keraguan atas ajaran-ajaran Islam. Jadi, tetaplah mendukung mereka dan
‘tenangkanlah’ mereka.
Selamat mencoba guys.. :D
No comments:
Post a Comment