Jika semua orang pandai bersyukur,, tentu tak kan ada yg namanya virus galau,, tak ada wajah-wajah kusut seperti baju belum disetrika,, dan tak ada pula bibir yg monyong ke depan lima senti sambil pegang dagu mendongak ke atas kosong.. Semua akan tersenyum, wajah ceria dan bahagia serta membawa kebahagiaan pula bagi orang lain yg memandangnya..
Siapa saja pasti pernah merasakan galau,, atau kata sederhananya sedih mendadak tanpa sebab sampai menerawang jauh hal-hal yg buat dirinya serasa menjadi makhluk paling menderita seantero jagat raya.. Eeeeet dah bukan kalimat sederhana itu mah atuh V,, kalimat yg panjaaang hehheh
Jujur saja,, saya juga pernah galau meskipun saya sudah pakai kartu GSM anti galau heheh Saat saya galau,, saya malas melakukan suatu apapun,, terutama bicara.. Pengennya dieeeeem aja.. Mau marah,, marah sama siapa,, mau curhat, curhat sama siapa dan mau curhat apa,, mau pergi nenangin diri,, pergi kemana, mau tidur, mana bisa pikiran lg ga tenang. Serba ga jelas, itulah galau versi saya.. GA JELAS !!! Endingnya,, mewek sambil membungkamkan wajah ke bantal... (sekalian sesak ehehe)
Tidak berhenti disitu,, biar meweknya makin menghayati,, saya setel lagu-lagu yg lirik dan musiknya menyayat hati biar makin mantap nangisnya... hehehhe
Kenapa nangisnya malah makin didramatisir, kapan selesai galaunya tuh? -,-
Saya teringat akan perkataan manager saya beberapa waktu yg lalu..
“Kamu tau tidak manfaat menangis?” dengan nada sok polos saya menjawab,, buat bersihin mata Pak.. Pak manager tertawa,,, benar... Namun ada yg lebih penting dari sekedar membersihkan mata,, yakni membersihkan hati dari kotoran-kotoran yg menyebabkan kamu merasakan kesedihan. Selain penglihatan mata lahirmu yg semakin terang,, tapi juga penglihatan mata hatimu yg akan membawa pengaruh positif pada pikiranmu akan takdir Tuhan yg tengah Tuhan persiapkan untukmu...
Jika kamu menahan diri untuk menahan tangis, sama artinya kamu membiakan hatimu kotor selamanya.. Menangislah,, lalu bangkitlah.”
Ya memang benar adanya,, walau setelah menangis nafas terasa sesak,, namun perlahan hati mulai menerima apa yg tengah dihadapi,, dan mulai berusaha memahami makna apa dibalik peristiwa menimpa diri.
“Hakikatnya air mata bukan tanda kelemahan,, namun ia tanda kekuatan dan kedewasaan bagi sesiapa saja yg mampu membaca hikmah dibalik tiap tetes air mata.”
Namun virus galau tak kan mudah saja pergi hanya dengan menangis dan mendengarkan musik, TIDAK SAMASEKALI!!! Malah saya sarankan,, jangan ikuti kebiasaan saya ini :D
Ada yg lebih penting dari sekedar menangis karena didramatisir dan ada menangis yg jauh lebih utama daripada menangis yg lainnya,, yakni menangis saat ,menceritakan apa yg dirasa pada Dia,, Allah pencipta kita..
“Sebaik-baiknya ketenangan adalah ketenangan bersamaNya,, dan sebaik-baiknya tempat bercerita adalah Allah..”
Menangislah bersamaNya,, dan temukan ketenangan ekstra saat membaca kalamNya,, semua permasalahan sudah termaktub dalam kitabNya beserta solusinya. Lantas apalagi yg kita cari?
“... Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepadaNya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yg memilki ‘Arsy yg Agung” (QS Attaubah :129)
Mungkin Allah ciptakan perasaan galau agar kita sebagai hambaNya yg kadang lupa padaNya,, untuk segera mendekat padaNya, karena biasanya sifat manusia ingat Allah kalo lagi susahnya doang,, sangat amat jarang, langka pisan orang bahagia masih ingat Allah dan bisa menangis karena diberi kebahagiaan, termasuk saya L paling banter bilang alhamdulillah doang....
Ada banyak hal yg tidak kita mengerti dan tak kan pernah bisa untuk kita mengerti sebelum kita menjalaninya terlebih dahulu yakni takdir Allah..
Tetap khusnudzon, tetap semangat agar tetap diberi rahmat
No comments:
Post a Comment