Jangan mentang-mentang kamu masih muda
terus kamu kehilangan tanggung jawab untuk mengemban dakwah. Nggak lah.
Kita kudu mengerti lho bahwa mendakwahkan Islam kepada setiap umat
manusia adalah kewajiban yang dibebankan oleh Allah Swt. bagi kita semua
(baik tua, muda, pria, dan wanita). Juga nih, jangan minder untuk
mendakwahkan Islam. Misalnya, jangan sampe deh kamu selalu berpikir
bahwa yang boleh dakwah itu harus pak ustadz dan pak kiyai aja. Nggak
banget. Kamu tahu kan imam syafi’I, seorang ulama terkenal pembangun
mazhab syafi’i beliau pada usia 18 tahun sudah mulai mengajar di
Masjidil Haram dan berhasil membuat para jamaah haji menjadi
terkagum-kagum dengan ilmunya. Jadi urusan umur itu bukan alasan yang
tepat untuk nggak berdakwah.
Bro en Sis, sebagai aktivis dakwah di
lingkungan kamu sendiri khususnya di kalangan remaja lainnya paling
nggak kamu tuh kudu RMS. Hah, nggak salah nulis singkatan nih? Apa tuh
RMS? Yup, RMS tuh Religius Modern ‘N Smart. Swit Swiw.. gue gitu lho!
Hehehe…
Biar termasuk golongan remaja religius,
paling nggak kita bisa percaya diri karena udah disebut dalam al-Quran
sebagaimana firman Allah Swt. (yang artinya): “kamu adalah umat yang
terbaik yang dilahirkan untuk umat manusia, menyuruh kepada yang
ma’ruf, dan mencegah yang munkar, dan beriman kepada Allah ( QS al-Imran [3]: 110).
Nah, sebagai seorang muslim, remaja
masjid dan aktivis dakwah tentunya kamu kudu beriman dan bertakwa-baik
dalam perkataan maupun perbuatan, jangan cuma jadi formalitas doang.
Nggak seru dong kalo sampe aktif sebagai remaja masjid tapi hot juga
maksiatnya. Ke masjid semangat, ke tempat dugem getol. Nggak deh! Kalo
sampe kayak gitu sih bakal malu-maluin diri kamu sendiri. So, pastiin kamu adalah umat yang terbaik! Ok?
Sobat muda muslim, selain religius kamu
paling nggak kudu gaul ngikutin jaman deh. Yup, modern. Sebagai seorang
remaja kamu pasti nggak mau kan dibilang ketinggalan zaman, alias nggak
modern? But,? kudu inget maksud modern di sini tuh bukan modern yang
cuma ikut-ikutan aja-misalnya ada temen kamu yang bertingkah nggak
sesuai dengan kaidah keislaman, terus kamu kasih tahu dia, eh dia malah
bilang “ah dasar kamu nggak modern”. Parahnya kamu tergoda karena nggak
tahan disebut nggak modern, hingga akhirnya kamu ngikutin dia deh. Wah
itu sih bukannya modern tapi lebih ke arah plagiat atau jadi generasi
pembebek untuk hal yang nggak bener. Ati-ati ye!
Bro en Sis, seorang muslim itu harus
modern karena kitab suci kita al-Quran adalah kitab yang sesuai sampai
akhir zaman. Lengkap dari mulai aturan kenegaraan alias politik sampai
dengan hukum waris dan semua hukumnya dapat memenuhi naluri manusia.
Nggak kayak kitab-kitab sebelumnya, malah tentang kemodernan al-Quran
ini juga diakui oleh konferensi Montreal sebagai sumber pokok dari
sumber-sumber hukum internasional modern. Wuih, gimana nggak bangga tuh
kita sebagai umat Islam? Pokoknya kamu harus yakin kalo kita bertindak
sesuai dengan tuntunan al-Quran maka kita akan menjadi umat yang modern,
dan beradab. Yakin itu. Insya Allah banget lah!
Terus, selain religius dan modern,
remaja masjid kudu juga “smart” lho. Ya iyalah, kita tuh orang muslim
dan kita dituntut untuk menjadi orang yang smart alias cerdas sesuai
dengan hadits Rasulullah saw. Sabda Rasulullah saw.: “Apabila Allah
menginginkan kebaikan bagi seseorang maka dia diberi pendalaman dalam
ilmu agama. Sesungguhnya memperoleh ilmu hanya dengan belajar.” (HR Bukhari)
Yup, menuntut ilmu dan belajar tuh
diwajibkan lho dalam ajaran Islam, sehingga pada masa kekhalifahan
generasi Islam telah menghasilkan banyak ilmuwan, baik dalam ilmu agama
maupun dunia. Nah, karena begitu pentingnya pendidikan dalam Islam,
ketika zaman kekhalifahan biaya pendidikan tuh gratis, nggak kayak
sekarang ini ketika zaman telah dikendalikan oleh sistem kapitalis.
Semua diukur dengan duit, dan dibatasi akses untuk dapetin pendidikan,
juga dengan duit. Kacau kan?
No comments:
Post a Comment