Bro en Sis, dalam organisasi tuh pasti
kan ada beberapa masalah. Mungkin kebanyakan kamu pernah juga ngerasain
gimana sih kaum tua yang terkadang mengekang kita dalam setiap aktivitas
termasuk turut campur dalam kegiatan remaja masjid ini. Misalnya aja
ketika kamu bersama beberapa aktivis lain mengusulkan proposal
jalan-jalan ke suatu daerah buat ngilangin kejenuhan yang ada sekaligus
mempererat tali silaturahmi antar aktivis, tapi dengan entengnya “para
tetua” itu bilang “Ah ngapain sih pake jalan-jalan mendingan buat
inilah, itulah” mungkin kamu akan bete,? atau ketika kamu bikin buletin
yang mau kamu tempelin di mading masjid eh malah ditutupin sama
selebaran jumlah sumbangan masjid bulan itu (lebih nyeseknya tuh buletin
yang kamu tempel belum berumur satu hari). Lebih betenya lagi orang
yang nempelin bilang buletin kamu itu nggak penting, padahal kamu bikin
buletin itu mati-matian.
Bisa juga ‘pengekangan’ itu ketika semua
rencana acara yang kamu ajuin selalu ditolak sama DKM (bete mode on!).
Kalo kasusnya seperti itu sebagai remaja kamu harus belajar dong untuk
berdiplomasi dengan para sesepuh dan menjelaskan kepada mereka bahwa
kegiatan kamu itu positif dan juga ada manfaatnya. Terus kamu harus bisa
mastiin ke mereka bahwa kamu adalah remaja masjid yang mandiri. Juga,
bisa aja ketika buletin kamu ditutup sama selebaran lain cobalah kamu
cari alternatif lain dengan membuat mading pribadi khusus remaja. Jangan
langsung pundung bin mutung, terus bubar jalan deh.
Nggak lah ya. Jadi intinya, apapun yang terjadi kamu harus siap
menghadapinya dan jangan terlalu bergantung pada DKM sepenuhnya-apalagi
untuk urusan anggaran dana, cobalah kamu sekreatif mungkin dalam
menjalankan organisasi kamu.
So, buatlah mereka bangga dan
cobalah untuk tidak bergantung pada orang lain jadilah sebuah inspirasi
buat orang lain. Hmm.. masih ragu untuk menjadi remaja masjid yang gaul?
Nggak kan? Sip deh!
No comments:
Post a Comment